• Sabtu, 2 Juli 2022

Sekilas Tentang Mbah Kuwu Sangkan Cirebon dan Mata Air Cipanten Argalingga, Majalengka

- Rabu, 11 Mei 2022 | 10:06 WIB
Makam Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwu Sangkan Cirebon (Istimewa)
Makam Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwu Sangkan Cirebon (Istimewa)

Menurut kacamata batin Dudi, waktu itu Mbah Kuwu beserta beberapa pengikutnya sedang melakukan perjalanan pulang dari Galuh (Ciamis, red) menuju Cirebon. Kemudian mereka rehat di area Panten karena memasuki waktu salat Dzuhur.

"Pas mau wudhu, ternyata air di Cipanten tak mencukupi", lanjut pria berambut jagung itu.

Baca Juga: Laga SEA Games XXXI Timnas Sepakbola Indonesia Taklukan Timor Leste 4-1

Masih menurut Dudi, lalu Mbah Kuwu menancapkan 'iteuk' (tongkat, red) ke tanah. Saat tongkat dicabut, memancarlah air dari tanah. Konon Mbah Kuwu menyebutnya Cipanten.

"Ci artinya air. Panten itu tetap. Jadi singkatnya, Cipanten ialah mata air yang selalu mengalir sepanjang musim," jelas pria paruh baya itu.

Baca Juga: Link Video Viral Seorang Warga Rekam Puskesmas Siunggam Padang Lawas Utara yang Tidak Ada Pegawai

Lanjut Dudi, selepas solat berjamaah, Mbah Kuwu berpesan kepada makmum warga setempat agar menjaga mata air ini.

"Ingsun titip banyu Cipanten atau saya titip mata air Cipanten," kata Dudi menirukan amanat Mbah Kuwu.

Baca Juga: Dedi Corbuzier Takedown Video Podcastnya Bersama Ragil Mahardika

Benar saja, 500 tahun sejak peristiwa itu sampai kini, Cipanten tak pernah kering.

Halaman:

Editor: Supri Yatna Wijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X