AB CHANNEL — Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa tradisi tersebut memiliki nilai filosofis yang jauh lebih dalam daripada sekadar sebuah upacara adat. Minggu, 9 Agustus 2026.
“Setiap tahapan prosesi mengandung makna filosofis tentang kesucian, tanggung jawab, dan kesinambungan sejarah,” ujar Eman Suherman saat menghadiri kegiatan tersebut. Senin.3 Agustus 2026.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa tradisi leluhur tidak semestinya hanya dikenang ketika sebuah prosesi digelar. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dipahami, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tahun ini, kebanggaan masyarakat Majalengka pun terasa semakin kuat, Pada kesempatan ,Menghadiri upacara adat nyiramkeun pusaka talaga manggung menerangkan kabar mengenai dua warisan adat di Majalengka yang menjadi WBTB.
Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung bersama Tenun Buhun Gadod resmi ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.
Penetapan tersebut menjadi sebuah tonggak penting bagi perjalanan kebudayaan Majalengka.
Sebab, ketika sebuah tradisi mendapatkan pengakuan sebagai WBTB, yang dijaga bukan hanya nama atau bentuk ritualnya. Di dalamnya terdapat pengetahuan tradisional, nilai filosofis, simbol, keterampilan, serta ingatan kolektif masyarakat yang telah bertahan melintasi zaman.
Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung pun bukan lagi sekadar cerita yang hidup di tengah masyarakat Majalengka. Tradisi itu kini menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Begitu pula Tenun Buhun Gadod, yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal dan mencerminkan keterampilan serta warisan pengetahuan masyarakat yang terus dipertahankan.
Untuk diketahui, Tenun Buhun Gadod adalah kain tenun tradisional langka asal Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengkan, Jawa Barat
Di tengah derasnya perubahan zaman, pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak harus membuat masyarakat kehilangan akar budayanya.
Justru sebaliknya, semakin jauh zaman bergerak, semakin penting generasi muda mengenal dari mana mereka berasal.
Karena sebuah bangsa tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi dan teknologi yang maju.
Bangsa juga tumbuh dari ingatan, tradisi, dan warisan leluhur yang tidak pernah putus.
Dan di Majalengka, ingatan itu terus dirawat melalui Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung dan Tenun Buhun Gadod.
Dua warisan budaya yang kini membawa nama Majalengka semakin dikenal dalam peta kebudayaan Indonesia.*** (Deni)





















