Responsif

Setelah Viral pada 2025, Jubaedah TKI Asal Ligung Akhirnya Pulang dari Yordania Bawa Lima Anak

AB CHANNEL— Setelah sempat menjadi perhatian publik pada 2025 lalu, Siti Baedah atau yang akrab dipanggil Jubaedah, warga Blok Kedunganyar, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akhirnya kembali ke kampung halamannya. Minggu, 27 September 2026.

Kepulangan Jubaedah dari Yordania disambut haru oleh keluarga dan sanak saudara. Tangis pecah ketika Jubaedah turun dari kendaraan yang mengantarkannya hingga ke kampung halaman.

Namun, kepulangannya kali ini tidak seorang diri. Jubaedah membawa serta lima anak kandungnya, buah pernikahannya dengan seorang warga Timur Tengah yang menurut keterangan pemerintah desa kini tengah tersangkut persoalan hukum.

Kepala Desa Ligung, Tata Casmita, mengatakan Jubaedah berangkat ke Yordania pada 2003. Selama berada di negara tersebut, Jubaedah menikah dan kemudian dikaruniai lima orang anak.

Menurut Tata, persoalan hukum yang dihadapi suami Jubaedah kemudian berdampak terhadap kondisi keluarga tersebut hingga Jubaedah dan anak-anaknya berada dalam situasi yang sulit.

“Alhamdulillah, warga kami kini telah kembali ke desa tercinta. Namun, masih ada persoalan yang harus diselesaikan,” ujar Tata Casmita.

Tata mengatakan, pemerintah desa kini berupaya melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi bagi Jubaedah dan kelima anaknya.

Pasalnya, keluarga tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan untuk dapat kembali menjalani kehidupan di kampung halaman.

“Kami akan mencoba berkomunikasi dengan pihak terkait agar bisa membantu warga kami,” katanya.

Kepulangan Jubaedah dan lima anaknya sekaligus menjadi babak baru setelah perjalanan panjangnya sebagai pekerja migran Indonesia di Yordania.

Kini, pemerintah desa berharap ada perhatian dari berbagai pihak agar keluarga Jubaedah dapat memperoleh pendampingan dan dukungan yang diperlukan untuk memulai kembali kehidupan mereka di tanah kelahiran.

Dari perantauan yang penuh persoalan, Jubaedah akhirnya kembali ke Ligung. Namun, perjalanan untuk membangun kembali kehidupan bersama lima anaknya masih panjang.*** (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *